Sabtu, 06 Agustus 2011

Mari Kita Cintai Produk Dalam Negeri

Salah faktor yang menyebabkan korea selatan mempunyai perekonomian yang baik adalah rasa nasionalis yang tinggi, yaitu mencintai produk dalam negeri. Sebaiknya bangsa indonesia meniru perilaku tersebut. dan yang terpenting adalah kesadaraan dari dalam diri sendiri, bukannya dalam bentuk paksaan. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki jumlah penduduk yang besar sehingga memiliki potensi yang cukup besar untuk mendongkrak perekonomian. Dengan tersedi SDM yang cukup besar dapat menunjang untuk menjadi negara industri, seperti AS, Jepang, Jerman, dll. Hebatnya korsel adalah, keterlambatan negaranya bangkit dari pada Indonesia tetapi perekonomiannya cukup jauh meninggalkan Indonesia.
dan mencintai produk dalam negeri adalah kunci utamanya untuk bangkit. Walaupun di Indonesia, ajakan untuk mencintai produk dalam negeri sudah mulai gencar dipublikasikan. tetapi, pengaruhnya tidak begitu terlihat, bahkan bisa dikatakan sama sekali tidak terlihat. Masyarakat belum mempercayai kualitas produk dalam negeri, sungguh sangat memprihatinkan. imaje bahwa produk dalam negeri mudah rusak dan kualitasnya biasa-biasa saja sudah hinggap dipikiran mereka. apalagi produk luar negeri yang lebih murah, merupakan salah satu pemicu untuk tidak membeli produk dalam negeri. bayangkan jika semakin banyak penduduk indonesia yang mebeli produk luar negeri, sama saja kita mensejahterakan Negara lain. Dan lama-kelamaan, perusahan negeri akan jatuh. Dukungan penduduk indonesia terproduk dalam negeri sangat diperlukan untuk meningkatkan perekonomian. walaupun kita menyadari bahwa bahwa kualitasa dalam negeri masih kalah dari produk luar negeri. Oleh karena itu, rasa nasionalisme yang tinggi memang sangat diperlukan. dengan mebeli produk dalam negeri berarti kita mendukung pabrik dalam negeri. Semakin banyak pembelian maka semakin banyak keuntungan yang diperoleh.

                                                                                                                                  Sumber: Internet

Aku Cinta 
Produk Indonesia :)

Tugas Presentasi Penjaskes

Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain "narkoba", istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif.
Semua istilah ini, baik "narkoba" ataupun "napza", mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya memiliki risiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan, narkoba sebenarnya adalah senyawa-senyawa psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini persepsi itu disalahartikan akibat pemakaian di luar peruntukan dan dosis yang semestinya.

Daftar isi

Jenis

Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 22 tahun 1997). Yang termasuk jenis narkotika adalah:
  • Tanaman papaver, opium mentah, opium masak (candu, jicing, jicingko), opium obat, morfina, kokaina, ekgonina, tanaman ganja, dan damar ganja.
  • Garam-garam dan turunan-turunan dari morfina dan kokaina, serta campuran-campuran dan sediaan-sediaan yang mengandung bahan tersebut di atas.
Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku (Undang-Undang No. 5/1997). Zat yang termasuk psikotropika antara lain:
  • Sedatin (Pil BK), Rohypnol, Magadon, Valium, Mandarax, Amfetamine, Fensiklidin, Metakualon, Metifenidat, Fenobarbital, Flunitrazepam, Ekstasi, Shabu-shabu, LSD (Lycergic Alis Diethylamide), dsb.
Bahan Adiktif berbahaya lainnya adalah bahan-bahan alamiah, semi sintetis maupun sintetis yang dapat dipakai sebagai pengganti morfina atau kokaina yang dapat mengganggu sistim syaraf pusat, seperti:
• Alkohol yang mengandung ethyl etanol, inhalen/sniffing (bahan pelarut) berupa zat organik (karbon) yang menghasilkan efek yang sama dengan yang dihasilkan oleh minuman yang beralkohol atau obat anaestetik jika aromanya dihisap. Contoh: lem/perekat, aceton, ether, dsb.

Penyebaran

Hingga kini penyebaran penyalahgunaan narkoba sudah hampir tak bisa dicegah.[rujukan?] Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.[rujukan?] Tentu saja hal ini bisa membuat orang tua, organisasi masyarakat, dan pemerintah khawatir. Upaya pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan[rujukan?], namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun banyak yang terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba.[rujukan?] Hingga saat ini upaya yang paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba pada anak-anak adalah pendidikan keluarga. Orang tua diharapkan untuk mengawasi dan mendidik anaknya agar selalu menjauhi penyalahgunaan Narkoba.

Kelompok Berdasarkan Efek

Berdasarkan efek yang ditimbulkan terhadap pemakainya, narkoba dikelompokkan sebagai berikut:
  • Halusinogen, efek dari narkoba bisa mengakibatkan bila dikonsumsi dalam sekian dosis tertentu dapat mengakibatkan seseorang menjadi ber-halusinasi dengan melihat suatu hal/benda yang sebenarnya tidak ada / tidak nyata contohnya kokain & LSD
  • Stimulan , efek dari narkoba yang bisa mengakibatkan kerja organ tubuh seperti jantung dan otak bekerja lebih cepat dari kerja biasanya sehingga mengakibatkan seseorang lebih bertenaga untuk sementara waktu , dan cenderung membuat seorang pengguna lebih senang dan gembira untuk sementara waktu
  • Depresan, efek dari narkoba yang bisa menekan sistem syaraf pusat dan mengurangi aktivitas fungsional tubuh, sehingga pemakai merasa tenang bahkan bisa membuat pemakai tidur dan tidak sadarkan diri. Contohnya putaw
  • Adiktif , Seseorang yang sudah mengonsumsi narkoba biasanya akan ingin dan ingin lagi karena zat tertentu dalam narkoba mengakibatkan seseorang cenderung bersifat pasif , karena secara tidak langsung narkoba memutuskan syaraf-syaraf dalam otak,contohnya ganja , heroin , putaw
  • Jika terlalu lama dan sudah ketergantungan narkoba maka lambat laun organ dalam tubuh akan rusak dan jika sudah melebihi takaran maka pengguna itu akan overdosis dan akhirnya kematian

Jenis

  • Heroin atau diamorfin (INN) adalah sejenis opioid alkaloid.
Heroin adalah derivatif 3.6-diasetil dari morfin (karena itulah namanya adalah diasetilmorfin) dan disintesiskan darinya melalui asetilasi. Bentuk kristal putihnya umumnya adalah garam hidroklorida, diamorfin hidroklorida. Heroin dapat menyebabkan kecanduan.
  • Ganja (Cannabis sativa syn. Cannabis indica) adalah tumbuhan budidaya penghasil serat, namun lebih dikenal karena kandungan zat narkotika pada bijinya, tetrahidrokanabinol (THC, tetra-hydro-cannabinol) yang dapat membuat pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab).
Ganja menjadi simbol budaya hippies yang pernah populer di Amerika Serikat. Hal ini biasanya dilambangkan dengan daun ganja yang berbentuk khas. Selain itu ganja dan opium juga didengungkan sebagai simbol perlawanan terhadap arus globalisme yang dipaksakan negara kapitalis terhadap negara berkembang. Di India, sebagian Sadhu yang menyembah dewa Shiva menggunakan produk derivatif ganja untuk melakukan ritual penyembahan dengan cara menghisap Hashish melalui pipa Chilam/Chillum, dan dengan meminum Bhang.

Pemanfaatan

Tumbuhan ganja telah dikenal manusia sejak lama dan digunakan sebagai bahan pembuat kantung karena serat yang dihasilkannya kuat. Biji ganja juga digunakan sebagai sumber minyak.
Namun demikian, karena ganja juga dikenal sebagai sumber narkotika dan kegunaan ini lebih bernilai ekonomi, orang lebih banyak menanam untuk hal ini dan di banyak tempat disalahgunakan.
Di sejumlah negara penanaman ganja sepenuhnya dilarang. Di beberapa negara lain, penanaman ganja diperbolehkan untuk kepentingan pemanfaatan seratnya. Syaratnya adalah varietas yang ditanam harus mengandung bahan narkotika yang sangat rendah atau tidak ada sama sekali.
Sebelum ada larangan ketat terhadap penanaman ganja, di Aceh daun ganja menjadi komponen sayur dan umum disajikan.
Bagi penggunanya, daun ganja kering dibakar dan dihisap seperti rokok, dan bisa juga dihisap dengan alat khusus bertabung yang disebut bong.
  • Budidaya
Tanaman ini ditemukan hampir disetiap negara tropis. Bahkan beberapa negara beriklim dingin pun sudah mulai membudidayakannya dalam rumah kaca.
  • Morfin adalah alkaloid analgesik yang sangat kuat dan merupakan agen aktif utama yang ditemukan pada opium. Morfin bekerja langsung pada sistem saraf pusat untuk menghilangkan sakit. Efek samping morfin antara lain adalah penurunan kesadaran, euforia, rasa kantuk, lesu, dan penglihatan kabur. Morfin juga mengurangi rasa lapar, merangsang batuk, dan meyebabkan konstipasi. Morfin menimbulkan ketergantungan tinggi dibandingkan zat-zat lainnya. Pasien morfin juga dilaporkan menderita insomnia dan mimpi buruk.
Kata "morfin" berasal dari Morpheus, dewa mimpi dalam mitologi Yunani.
  • Kokain adalah senyawa sintetis yg memicu metabolisme sel menjadi sangat cepat.
Kokain merupakan alkaloid yang didapatkan dari tanaman Erythroxylon coca, yang berasal dari Amerika Selatan, dimana daun dari tanaman ini biasanya dikunyah oleh penduduk setempat untuk mendapatkan “efek stimulan”.
Saat ini Kokain masih digunakan sebagai anestetik lokal, khususnya untuk pembedahan mata, hidung dan tenggorokan, karena efek vasokonstriksif-nya juga membantu. Kokain diklasifikasikan sebagai suatu narkotika, bersama dengan morfin dan heroin karena efek adiktif.

Anak Ilang :D

Batik Resmi Jadi Warisan Budaya Dunia

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan (Unesco) akhirnya memasukan batik dalam Unesco representative list of intangible cultural heritage of humanity atau warisan budaya bukan benda dari indonesia.
Pengakuan itu akan dianugerahkan kepada indonesia pada 28 september hingga 2 oktober di Abu Dhabi.
Menko Kesra Aburizal Bakrie dan mentri kebudayaan dan pariwisata Jero Wacik melaporkan prestasi dunia itu kepada presedin Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di istana Bogor kemarin. Presiden mengimbau seluruh masyarakat untuk mengenakan batik pada 2 Oktober, sebagai penghormatan atas capain tersebut.
"Presiden mengatakan bahwa pada 2 Oktober yang akan datang, kepada seluruh masyarakat Indonesia, diminta menggunakan batik sebagai penghargaan terhadap batik itu sendiri. Juga, sebagai penghargaan atas diberikannya batik sebagai daftar representasi budaya tak benda warisan manusia, dari Unesco," kata Bpk. Ical, sapaan Aburizal.
Masuknya batik dalam daftar warisan dunia ini mengikuti sukses wayang kulit dan keris yang lebih dulu meraih pengakuan yang sama pada 2003 dan 2005.
Bpk. Ical mengatakan, batik dianggap sebagai ikon budaya bangsa yang unik, memiliki simbol, dan tradisi dan hidup di masyarakat. batik juga memiliki folosofil yang mendalam menyangkut siklus kehidupan manusia. kain tradisional itu juga dikembangkan turun menurun.
Sejumlah kriteria itu lah yang membuat batik ditetapkan sebagai warisan dunia dari indonesia.
Syarat lain yang ditetapkan Unesco adalah adanya perlindungan dari pemerintah atas warisan budaya ini. Diantaranya dengan memasukan pelajaran batik dalam buku-buku sekolah.
" Kita punya masyarakat batiknya, kita punya industrinya, kita punya pemakainya, kita punya budayanya, kita punya sejarahnya. berdasar itu lah, syukur alhamdulillah, kita telah diberi tahu, bahwa batik telah disetujui menjadi warisan budaya tak benda manusia dari Unesco, "ujar Bpk. Ical.
Materi kebudayaan dan pariwisa Jero Wacik mengatakan setelah wayang kulit, keris, dan batik, indonesia juga tengah memasukkan angklung dalam warisan budaya dunia. "jadi, terus menerus kita memperjuangkan satu per satu karya budaya kita ke seluruh, " ujar Bpk. Jero.

                                                                                                                               Sumber: Internet

Cayo Indonesia!!
mari kita selamatkan 
budaya kita!!